Kamis, 14 Desember 2017

Indonesia Juga Punya Komik

Komik salah satu kata yang tidak asing di telinga kita. Mulai dari anak kecil hingga oran dewasa pasti sudah mengetahuinya. Komik merupakan suatu karya dan rangkaian gambar yang disusun untuk menggambarkan suatu cerita.  Selain gambar, komik juga dilengkapi dengan teks seperti dialog. Komik juga merupakan suatu bentuk seni yang menggunakan gambar. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks atau narasi.
Ada dua negara yang saat ini menguasai dunia komik, yaitu Amerikan Serikat dan Jepang. Kedua negeri sangat merajai dunia komik saat ini. Komik dari dua negara tersebut sudah diterbitkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Amerika dan Jepang sendiri kisah dalam komik juga diangkat ke layar lebar. Di Amerika Serikat contohnya DC Comic dan Marvel, kedua perusahaan komik terbesar di Amerika ini mendapat keuntungan yang sangat banyak dari hasil komiknya. Lalu komik mereka juga menapat keuntungan dari fil layar lebar yang mengadaptasi dari komik mereka.
Jepang adalah salah satu kiblat para komikus, termasuk Indonesia. Di Jepang komik disebut manga, kata tersebut khusus diguanakan untuk membicarakan tentang komik Jepang, sesuai dengan gaya yang dikembangkan di Jepang pada abad ke-19. Sama seperti halnya di Amerika Serikat, di Jepang komik juga diadaptasi ke berbagai macam dunia industri. Seperti industri perfilman, manga banyak diadaptasi ke film, live-action, dan yang paling banyak adalah ke anime. Namun, keuntungan yang didapat dari industri perfilman tidak sebanyak jika dibandingkan dengan penjualan manga sendiri. Hal ini dikarenakan biaya yang besar untuk mebuat satu episode anime dan film serta live-actionnya sendiri tidak begitu laris.
Di Indoensia sendiri komik sudah mulai ada pada zaman penjajahan Belanda. Pada tahun 1930, Kho Wang Gie merupakan nama yang tersohor sebagai komikus di surat kabar. Tahun 1970-1980 bisa dibilang merupakan masa kejayaan komik di Indonesia. Pada tahun itu karakter superhero banyak bermunculan di komik Indonesia. Gundala Putra Petir adalah salah satu superhero Indonesia yang paling memiliki pengaruh di Indonesia. Tahun 90 merupakan jaatuhnya dunia perkomikan Indonesia. Pada tahun itu komik Indonesia seolah hilang dari peraaran.
Tahun 2010 merupakan tahun kebangkitan komik Indonesia. Dengan mudahnya akses internet dan kemajuan teknologi di bidang IT, membuat para komikus berlomba-lomba mengunggah karyanya di berbagai macam media sosial. Grey dan Jingga serta Si Juki adalah contoh sukses judul-judul komik yang mucul lewat media sosial. Chris Lie setelah kembali dari Amerikat Serikat, dia membangkitkan dunia komik Indonesia dengan menggagas Re:on agar komik-komik Indonesia mampu bersaing di pasaran. Selain itu, komik Indonesia juga bisa dibaca melalui aplikasi seperti Webtoon dan banyak sekali komik yang menjadi favorit pembaca.  Seperti komik Laras Hati yang dibuat oleh Tupaikidal, meskipun baru dirilis di tahun 2017 komik ini sudah dibaca oleh 800 ribu pembaca. Dan kemungkinan komik ini akan bisa sukses dan mencapai 1 juta pembaca.
Sebagai seorang penggemar komik, penulis mengharapkan kekonsistenan para komikus dalam menyajikan karya-karyanya. Harapan tidak hanya sebatas disitu saja, penulis juga berharap komik Indonesia dapat bersaing di dunia Internasional dan mendapat adaptasi film seperti pada masa komik Gundala Putra Petir.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar