Indonesia Juga Punya Komik
Komik
salah satu kata yang tidak asing di telinga kita. Mulai dari anak kecil hingga
oran dewasa pasti sudah mengetahuinya. Komik merupakan suatu karya dan
rangkaian gambar yang disusun untuk menggambarkan suatu cerita. Selain gambar, komik juga dilengkapi dengan
teks seperti dialog. Komik juga merupakan suatu bentuk seni yang menggunakan
gambar. Biasanya, komik dicetak di atas kertas dan dilengkapi dengan teks atau
narasi.
Ada
dua negara yang saat ini menguasai dunia komik, yaitu Amerikan Serikat dan
Jepang. Kedua negeri sangat merajai dunia komik saat ini. Komik dari dua negara
tersebut sudah diterbitkan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Di Amerika
dan Jepang sendiri kisah dalam komik juga diangkat ke layar lebar. Di Amerika
Serikat contohnya DC Comic dan Marvel, kedua perusahaan komik terbesar di
Amerika ini mendapat keuntungan yang sangat banyak dari hasil komiknya. Lalu
komik mereka juga menapat keuntungan dari fil layar lebar yang mengadaptasi
dari komik mereka.
Jepang
adalah salah satu kiblat para komikus, termasuk Indonesia. Di Jepang komik
disebut manga, kata tersebut khusus diguanakan untuk membicarakan tentang komik
Jepang, sesuai dengan gaya yang dikembangkan di Jepang pada abad ke-19. Sama
seperti halnya di Amerika Serikat, di Jepang komik juga diadaptasi ke berbagai
macam dunia industri. Seperti industri perfilman, manga banyak diadaptasi ke
film, live-action, dan yang paling banyak adalah ke anime. Namun, keuntungan
yang didapat dari industri perfilman tidak sebanyak jika dibandingkan dengan
penjualan manga sendiri. Hal ini dikarenakan biaya yang besar untuk mebuat satu
episode anime dan film serta live-actionnya sendiri tidak begitu laris.
Di
Indoensia sendiri komik sudah mulai ada pada zaman penjajahan Belanda. Pada
tahun 1930, Kho Wang Gie merupakan nama yang tersohor sebagai komikus di surat
kabar. Tahun 1970-1980 bisa dibilang merupakan masa kejayaan komik di
Indonesia. Pada tahun itu karakter superhero banyak bermunculan di komik
Indonesia. Gundala Putra Petir adalah salah satu superhero Indonesia yang
paling memiliki pengaruh di Indonesia. Tahun 90 merupakan jaatuhnya dunia
perkomikan Indonesia. Pada tahun itu komik Indonesia seolah hilang dari
peraaran.
Tahun
2010 merupakan tahun kebangkitan komik Indonesia. Dengan mudahnya akses
internet dan kemajuan teknologi di bidang IT, membuat para komikus
berlomba-lomba mengunggah karyanya di berbagai macam media sosial. Grey dan
Jingga serta Si Juki adalah contoh sukses judul-judul komik yang mucul lewat
media sosial. Chris Lie setelah kembali dari Amerikat Serikat, dia
membangkitkan dunia komik Indonesia dengan menggagas Re:on agar komik-komik
Indonesia mampu bersaing di pasaran. Selain itu, komik Indonesia juga bisa
dibaca melalui aplikasi seperti Webtoon dan banyak sekali komik yang menjadi
favorit pembaca. Seperti komik Laras
Hati yang dibuat oleh Tupaikidal, meskipun baru dirilis di tahun 2017 komik ini
sudah dibaca oleh 800 ribu pembaca. Dan kemungkinan komik ini akan bisa sukses
dan mencapai 1 juta pembaca.
Sebagai
seorang penggemar komik, penulis mengharapkan kekonsistenan para komikus dalam
menyajikan karya-karyanya. Harapan tidak hanya sebatas disitu saja, penulis
juga berharap komik Indonesia dapat bersaing di dunia Internasional dan
mendapat adaptasi film seperti pada masa komik Gundala Putra Petir.